Realitas Sejarah dalam Sastra Lisan Kapata Perang Kapahaha Desa Morella, Pulau Ambon

Faradika Darman

Abstract


One form of the oral literature famously known by Pepole in Maluku is kapata. It is a traditional song by the local language performes in traditional ceremonies and ritual. Bahasa Tana is the term for local language in Maluku. Kapata is always be an important part and give a sacred atmosphere for the ritual. Kapata contains number of histrorical values and norms of life from the ancestors. Hence, studies to reveal the meaning of Kapata is very important to be discussed. It is a form of this oral literature preservation and improved our knowledge on history. Therefore, this paper tries to discussed the historical reality, function and meaning of oral literature of Kapata Perang Kapahaha in Morella, Leihitu, Central Maluku. This paper uses hermeneutic approach to analyze the content, structure and meaning in the Kapata. Analysis result shows that Kapata Perang Kapahaha contain of historical meaning that refelected stories from the past which can be mentioned as the reference for oral history and as the vehichle in the costum ritual.

Kapata adalah salah satu bentuk sastra lisan yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat Maluku. Kapata merupakan nyanyian adat yang dilantunkan dengan menggunakan bahasa tana pada saat upacara atau ritual adat. Bahasa tana adalah sebutan untuk bahasa daerah di Maluku. Kapata selalu menjadi bagian dari upacara dan menambah kesakralan upacara tersebut. Kapata menyimpan banyak nilai sejarah dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Kajian-kajian untuk mengungkap makna dalam kapata penting untuk didiskusikan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian sastra lisan kapata dan menambah pengetahuan terkait dengan sejarah masa lalu. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk mengkaji bagaimana realitas sejarah serta fungsi dan makna dalam sastra lisan kapata perang Kapahaha yang terdapat di Desa Morella, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Kajian ini menggunakan pendekatan hermeneutika dan menggunakan analisis isi untuk melihat struktur dan makna dalam kapata tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapata perang Kapahaha memiliki makna historis yang merefleksikan cerita sejarah masa lalu sehingga dapat dikatakan sebagai sumber penutur sejarah dan sebagai pengiring acara ritual adat.


Keywords


kapata; sastra lisan; perang Kapahaha

Full Text:

PDF

References


Darman, F. (2014). Struktur dan Nilai Patriotisme dalam Legenda Dramatis Jejak Para Satria di Negeri Seribu Bukit, Morella. In Mariana (Ed.), Prosiding Bahasa dan Sastra Melukis Harmoni (pp. 131-153). Ambon: HISKI Komisariat Ambon.

Fofid, R. (2014). Maluku, Tradisi Keindahan, dan Jejak Sastra. In Mariana (Ed.), Prosiding Bahasa dan Sastra Melukis Harmoni (pp. 325-339). Ambon: HISKI Komisariat Ambon.

Latupapua, E., & Tutuarima. (2008). Kapata sebagai Wahana Penutur Sejarah Masyarakat Maluku Suatu Kajian Hermeneutik terhadap Kapata Siwalima dari Negeri Soahoku Kabupaten Maluku Tengah. Ambon: Universitas Pattimura.

Lewier, M. (2017). Pemertahanan Sastra Daerah Maluku di Era Otonomi Daerah (Peluang dalam Kemajemukan: Menuju Sastra Kepulauan yang Harmoni). In Asrif (Ed.), Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra (pp. 14-18). Ambon: Kantor Bahasa Maluku.

Lohanda, M. (2011). Membaca Sumber Menulis Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Manuputty, D. (2017). Refleksi Budaya Maluku dalam Kapata. In Asrif (Ed.), Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra (pp. 170-179). Ambon: Kantor Bahasa Maluku.

Marihandono, D. (2015). Memanfaatkan Karya Sastra Sebagai Sumber Sejarah. In Stella Rose (Ed.), Prosiding Sastra dan Solidaritas Bangsa (pp. 81-91). Ambon: Kantor Bahasa Maluku.

Moleong, J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Yogyakarta: Rosdakarya.

Palmer, E. R. (2005). Hermeneutika Teori Baru Mengenai Interpretasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pattiruhu, M. (1996). Seri Budaya Pela-Gandong dari Pulau Ambon. Ambon: Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku.

Rafiek, M. (2010). Teori Sastra Kajian Teori dan Praktik. Bandung: Refika Aditama.

Ratna, K. N. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, K. N. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sahusilawane, F. (2005). Cerita-cerita Tua Berlatar Belakang Sejarah dari Pulau Seram. Ambon: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Sugihastuti. (2002). Teori dan Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Taum, Y. (2010). Sastra Lisan dan Ekonomi Kreatif Kasus Legenda Peni dan Nego Masyarakat Lamaholot. Kebudayaan Sintesis, 6(2), 20-31.

Thalib, U. (2016). Konektivitas Jalur Rempah dan Masuknya Islam di Maluku. In Jalur Rempah Maluku: Pusat Peradaban Dunia Sebagai Upaya Memperkenalkan Potensi Rempah Maluku Kepada Generasi Muda. Unpublish Work.

Thompson, P. (2012). Suara dari Masa Silam Teori dan Metode Sejarah Lisan. Yogyakarta: Ombak.

Tutuarima, F., & Latupapua. (2010). Kapata Sebagai Wahana Penutur Sejarah dan Harmonisasi Sosial Masyarakat Maluku. In Seminar Internasional Lisan VII. Unpublish work.

Udu, S. (2015). Eksistensi Sastra Lisan Bhanti-bhanti sebagai Ruang Negoisiasi Lokal dalam Kebudayaan Global. In Stella Rose (Ed.), Prosiding Sastra dan Solidaritas Bangsa (pp. 431-441). Ambon: Kantor Bahasa Maluku.

Wellek, R. A., & Warren. (2014). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Zuhdi, S. (2015). Sastra Daerah sebagai Sumber Rekonstruksi Sejarah. In Firman A. D. (Ed.), Prosiding Pemertahanan Bahasa Daerah dalam Bingkai Keberagaman di Sulawesi Tenggara (pp. 53-62). Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kapata.v13i2.390



Copyright (c) 2017 Kapata Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KAPATA ARKEOLOGI INDEXED BY:

 

        

View My Stats

 


Copyright of Kapata Arkeologi (e-ISSN 2503-0876 p-ISSN 1858-4101). Powered by OJS. ©Designed by Mujabuddawat.

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.