Traces of the History of South Cisarua Plantation: Archives and Inscription of the Dutch Tomb in Kebon Jahe Cisarua-Bogor, Jawa Barat

Lia Nuralia

Abstract


Makam Belanda (kerkhof) dengan inkripsi (prasasti) di Kebon Jahe merupakan sumber data arkeologis, menjadi petunjuk awal untuk penelusuran arsip kolonial sebagi sumber data sejarah. Sumber data sejarah dan arkeologis menjadi satu kolaborasi data yang saling melengkapi, yang dapat menjelaskan keberadaan perkebunan zaman Belanda yang sekarang sudah tidak ada. Apa dan bagaimana kedua sumber data tersebut menjadi bukti penting tentang keberadaan Perkebunan Cisarua Selatan di masa lalu, menjadi permasalahan dalam tulisan ini. Dengan demikian, tulisan ini bertujuan mengungkap jejak sejarah Perkebunan Cisarua Selatan berdasarkan arsip kolonial dan prasasti makam Belanda. Metode yang digunakan adalah metode penelitian arkeologi dengan pendekatan sejarah dan symbolic meaning, yang menerangkan tentang keberadaan Perkebunan Cisarua Selatan di masa lalu, melalui arti inskripsi dan ragam hias makam, serta identitas orang yang dimakamkan melalui sumber arsip Belanda. Hasil yang diperoleh adalah kepastian tentang keberadaan Perkebunan Cisarua Selatan di daerah Cisarua Bogor, dengan bukti fisik berupa tujuh Makam Belanda di Kampung Kebon Jahe, serta dokumen tertulis (rekaman sejarah) dalam Arsip Kolonial Indische Navorsher 1934 dan Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1920 No. 72.

The Dutch tomb (kerkhof) with the inscription in Kebon Jahe is the source of archaeological data, becoming the initial guidance for searching colonial archives as a source of historical data. The source of historical and archaeological data becomes a collaboration of complementary data, which could explain the existence of a now-defunct Dutch plantation. What and how these two sources of data become important evidence of the existence of South Cisarua Plantation in the past, is a problem in this paper. Thus, this paper aims to reveal traces of the history of South Cisarua Plantation based on colonial archives and inscription of the Dutch tomb. The method used archaeological research with historical approach and symbolic meaning, which explains about the existence of South Cisarua Plantation in the past, through the meaning of inscriptions and decorative graves of the tomb, as well as the identity of people buried through the source of the Dutch archives. The results obtained certainty about the existence of South Cisarua Plantation in Cisarua Bogor area, with physical evidence in the form of seven Dutch Tombs in Kampung Kebon Jahe, as well as written documents as historical record in Colonial Archive of Indische Navorsher 1934 and Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1920 No. 72.


http://dx.doi.org/10.24832/kapata.v14i1.481

Keywords


History traces; South Cisarua Plantation; Archieves; Dutch tombs inscription

   

Full Text:


PDF
      

Article Metrics

Abstract views: 214 | PDF views: 233 | Total views: 448
    Crowdsourcing

References


[1] Ambary, H. M. (1998). Menemukan Peradaban: Arkeologi dan Islam di Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. (view)

[2] ANRI. (1925). Staatsblad 1925 No. 383 tertanggal 14 Agustus 1925. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia. (view)

[3] Boers, H. (2017). Tjisaroea Selatan Erven B. Th. Bik. Retrieved September 4, 2017, from Interview by e-mail. (view)

[4] Buchari. (1995). Epigrafi dan Historiografi Indonesia. In Soedjatmoko, M. Ali, G. J. Resink, & G. M. Kahin (Eds.), Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar (pp. 39-57). Jakarata: Gramedia Pustaka. (view)

[5] Cahya, R. M. (2013). Nisan Makam Belanda Peneleh Surabaya (Kajian Tentang Bentuk dan Ragam Hias). Thesis Universitas Gadjah Mada. (view)

[6] Cassela, E. C. (2005). Social Workers: New Diretions in Industrial Archaeology. In E. C. Casella, J., & Symonds (Eds.), Industrial Archaeology: Future Directions (pp. 3-32). USA: Springer Science and Business Media Inc. (view)

[7] Habsari, N. T. (2017). Makam Kuno Belanda (kerkhof) di Kabupaten Ngawi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal. Agastya, 7(2), 68-83. (view)

[8] Handayani, R. (2009). Bentuk-Bentuk Nisan di Museum Taman Prasasti, Jakarta. Thesis Universitas Indonesia. (view)

[9] Hodder, I. (2012). The contextual analysis of symbolic meanings. In S. M. Pearce (Ed.), Interpreting Objects and Collections (pp. 24-44). London: Routledge. (view)

[10] Indisch-Staatsblad. (1920). Undang-Undang Nomor 7 November 1920/Indisch-Staatsblad 1911, No. 38; dan Pasal 3 Keputusan Royal (Ratu/Raja) tanggal 12 Agustus 1912 No. 54/Indisch-Staatsblad 1912, No. 480. Indisch-Staatsblad 1920. (view)

[11] Irwin, G. (1995). Sumber-Sumber Sejarah Belanda. In Soedjatmoko, M. Ali, G. J. Resink, & G. M. Kahin (Eds.), Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar (pp. 204-221). Jakarata: Gramedia Pustaka Utama. (view)

[12] Kartodirdjo, S., & Surjo, D. (1991). Sejarah Perkebunan di Indonesia, Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media. (view)

[13] Kartodirdjo, S. (1987). Pengantar Sejarah Indonesia Baru, 1500-1900: Dari Kolonialisme sampai Nasionalisme. Jakarta: Gramedia. (view)

[14] Kruyskamp, C., & van Dale. (1961). Van Dale Groot Woordenboek der Nederlandse Taal. Uitgever: Martinus Nijhoff . (view)

[15] Moeimam, S., & Steinhauer, H. (2005). Netherlands-Indonesisch Woordenboek. Leiden: KITLV. (view)

[16] Nuralia, L. (2013). Laporan Penelitian: Bangunan Kolonial Perkebunan Gunung Mas, Kabupaten Bogor dan Sekitarnya, Provinsi Jawa Barat. Bandung: Balai Arkeologi Bandung. (view)

[17] Nuralia, L. (2015). Peran Elite Pribumi dalam Eksploitasi Kapitalisme Kolonial: Komparasi Antara Prasasti dan Arsip. Purbawidya Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 4(1), 39-54. (view)

[18] Nuralia, L. (2016). Situs Perkebunan Cisaga 1908-1972: Kajian Arkeologi Industri tentang Kode Budaya Kolonial. Thesis Universitas Indonesia. (view)

[19] Nuralia, L. (2017). Struktur Sosial pada Rumah Pejabat Tinggi Perkebunan Zaman Hindia Belanda di Jawa Bagian Barat. Kapata Arkeologi, 13(1), 1-20. (view)

[20] Nurbaity, N., & Saring, S. (2015). Swastanisasi Perkebunan Teh di Bogor 1905-1942. Sosio-E-Kons, 7(3), 216-225. (view)

[21] Pearce, S. M. (2003). Interpreting Objects and Collections. London: Routledge. (view)

[22] Preanger-Bode. (1921). Preanger-Bode 02-04-1921. Den Haag: Gehetna-archief. (view)

[23] Sharer, R. J., & Ashmore, W. (1979). Fundamentals ofArchaeology. California: CummingsPublishingCompany. (view)

[24] Staatsblad van Nederlandsch-Indie. (1920). 1920 No. 723. (Het Nieuwes van den dag voor Nederlandsch-Indie, 11-11-20). Den Haag: Gehetna-archief. (view)

[25] Sudirman, S. (2017). Komplek Makam Kerkof di Banda Aceh, Cermin Kedahsyatan Perang Aceh (Suatu Tinjauan Sejarah). Purbawidya Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 6(2), 91–104. (view)

[26] Suratminto, L. (2007). Teks Pada Batu Nisan Baron van Imhoff Dilihat Melalui Analisis Semiosis Model Pirce dan Danesi-Perron. Makara Journal of Science, 1(11), 1-12. (view)

[27] Suratminto, L. (2008). Makna Sosio-historis Batu Nisan VOC di Batavia. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. (view)

[28] Soesanti, N. (2005). Antara Prasasti dan Naskah Sastra: Data Sejarah di dalam Prasasti-prasasti Airlangga dan Kakawin Arjunawiwaha. Prosiding Internasional Jawa Kuna, Mengenang Jasa-Jasa Prof. DR. P.J. Zoetmulder S. J.: Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Kuna. Depok: Universitas Indonesia. (view)

[29] Syaefullah, A. (2012). Inskripsi pada Kompleks Makam Raja-raja Mempawah, Kalimantan Barat. Suhuf, 5(1), 77-95. (view)

[30] Syafruddin. (2014). Inskripsi pada Makam Kiai Hasan Maulani: Sosok Pejuang Islam dari Kuningan. Jurnal Lektur, 12(2), 499-514. (view)

[31] Tjisaroea Noord. (1934). (Buitenzorg) Indische Navorscher 1934. Den Haag: Gehetna-archief. (view)

[32] Tjisaroea Zuid. (1934). Indische Navorscher 1934. Den Haag: Gehetna-archief. (view)


Article Metrics

Abstract views: 214 | PDF views: 233 | Total views: 448



Copyright (c) 2018 Kapata Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KAPATA ARKEOLOGI INDEXED BY:

 

        

 

Copyright of Kapata Arkeologi (e-ISSN 2503-0876 p-ISSN 1858-4101). Powered by OJS. ©Designed by Mujabuddawat.

           Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats