Main Article Content

Abstract

Ethnic Chinese have a long history around the world. As a people renowned for their versatility in the trade, this community can be found anywhere. Ambon city is one of the many areas in the past inhabited by the ethnic Chinese community. Evidence of their existence in the past in Ambon today can be observed from traditional Chinese tombs are scattered in several locations. In addition to functioning as an initial step in the record of its existence this paper serves to reveal the importance of the existence of traditional Chinese tomb in the city of Ambon. The method used is a survey, interviews, and literature review. From the survey results it is known that the traditional Chinese grave condition as a whole in the city of Ambon was on the verge of collapse and require serious attention of all parties. Loyalty to the ancestral customs of the people of China still run by the Chinese community in the city of Ambon. This is reflected in the traditional Chinese tomb suitability components in common with traditional Chinese tomb in the city of Ambon.


Etnis Cina memiliki sejarah yang panjang di seluruh dunia. Sebagai orang-orang yang terkenal karena kepandaiannya dalam berdagang, komunitas ini dapat ditemukan dimana saja. Kota Ambon adalah satu dari sekian banyak daerah yang pada masa lalu didiami oleh masyarakat Etnis Cina. Bukti keberadaan mereka pada masa lalu di Ambon saat ini dapat diamati dari makam-makam tradisional Cina yang tersebar di beberapa lokasi. Selain berfungsi sebagai langkah awal dalam mendata keberadaannya tulisan ini berfungsi untuk mengungkap nilai penting keberadaan makam tradisional Cina di Kota Ambon. Metode yang digunakan yaitu survei, wawancara, dan penelusuran pustaka. Dari hasil survei diketahui bahwa kondisi makam tradisional Cina secara keseluruhan di Kota Ambon berada di ambang kehancuran dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Kesetiaan terhadap adat istiadat leluhur Cina tetap dijalankan oleh masyarakat komunitas Tionghoa di Kota Ambon. Hal ini  tercermin  dari kesesuaian komponen makam tradisional Cina secara umum dengan makam tradisional Cina di Kota Ambon.

Keywords

Makam Tradisional Etnis Cina Kota Ambon

Article Details

How to Cite
Alputila, C. E. (2014). Makam Tradisional Etnis Cina di Kota Ambon. Kapata Arkeologi, 10(2), 55-66. https://doi.org/10.24832/kapata.v10i2.222

References

  1. Abdurachman, Paramita. 1973. “Peninggalan-Peninggalan yang Berciri Portugis di Ambon”. Bunga Rampai Sejarah Maluku, no. 1 : 45-83.
  2. Amal, Adnan M. 2010 Portugis dan Spanyol di Maluku. Jakarta: Komunitas Bambu.
  3. Amal, Adnan M. 2010a Kepulauan Rempah-Rempah, Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Jakarta: Gramedia.
  4. Andaya, Leonard Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.
  5. Chang, KC. 1983. Art, Myth and Ritual: The Path to Political Authority in Ancient China. Massachusetts: Harvard University Press.
  6. Djafaar, Irza Arnyta. 2006. Jejak Portugis di Maluku Utara. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
  7. Epochtimes. Adat Pemakaman Tradisional Cina (1). http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/30360-adat-pemakaman-tradisional-china-1 (diakses tanggal 7Juni 2012)
  8. Kalyanamitta, Purnama. 2008. Tata Cara Membuat Bong Pay. http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=6325.0 (diakses 7 Juni 2012).
  9. Leirissa, R.Z. 1973. “Tiga Pengertian Istilah Maluku dalam Sejarah,” Bunga Rampai Sejarah Maluku, no. 1: 1-10.
  10. Leirissa, R.Z. 2009. “Orang Bugis dan Makassar di Kota-Kota Pelabuhan Ambon dan Ternate Selama Abad Kesembilan Belas.” Kuasa dan Usaha di Masyarakat Sulawesi Selatan: 319-337.
  11. Mansyur, Syahruddin. 2011. “Tinggalan Perang Dunia II di Ambon: Tinjauan Atas Sarana Pertahanan dan Konteks Sejarahnya”. Kapata, Vol.7 No. 12: 43-61. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.
  12. Ong, Hean–Tatt. 1996. Simbolisme Hewan Cina. Jakarta: Kesaint Blanc.
  13. Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680. Jilid 1: Tanah di Bawah Angin(Southeast Asia in The Age of Commerce 1450-1680. Volume One: The Lands Below The Winds), terjemahan Onghokham. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  14. De Graaf, H.J. 1977. Sejarah Ambon dan Maluku Selatan (De Geschiedenis Van Ambon En De Zuid Molukken), terjemahan Frans Rijoly. Ambon: Tidak Diterbitkan.Tanpa Tahun.
  15. Tionghoa. info. Cara Membaca Penulisan Bongpay di Makam Tionghoa. http://www.tionghoa.info/cara-membacapenulisan-bongpay-di-makam-tionghoa/ (diakses 7 Juni 2012).
  16. Setiono, Benny G. 2008. Tionghoa dalam Pusaran Politik, Mengungkap Fakta Sejarah Tersembunyi Orang Tionghoa di Indonesia. Jakarta: TransMedia.