Main Article Content

Abstract

Hatusua is a late prehistoric site in the southern coast of west Seram. Chronologically dated until 1,100 BP, Hatusua is a site with rich molusc findings. The aim of this research is to identify the profile of molusc in Hatusua site and its habitation characteristic in the regional context. Collecting data with surface survey, excavation and bibliographical study have been adopted as the approach in this research. The results show that The Hatusua Site is Site Complex with the history of geological genesis was a part of wallacea with the biotic marine faunal profile related to Sahul.


Situs Hatusua adalah situs berkarakter masa prasejarah akhir di wilayah pesisir selatan seram bagian barat. Situs yang memiliki penanggalan hingga 1,100 tahun silam, ini merupakan salah satu situs yang banyak diidentifikasi temuan moluska. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali profil temuan moluska yang ada di Situs Hatusua dan karakteristik habitasinya dalam konteks kawasan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei permukaan, ekskavasi dan telaah pustaka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Situs Hatusua yang berada di Seram Bagian Barat merupakan kawasan situs yang memiliki histori pembentukan geologisnya termasuk dalam zona transisi Asia-Australia (Wallasea) dengan kecenderungan fauna biotis lautnya termasuk dalam kategori Zona Kawasan Sahul.

Keywords

Moluska Habitasi Ekskavasi

Article Details

Author Biographies

Karyamantha Surbakti, Balai Arkeologi Maluku

Peneliti di Balai Arkeologi Maluku

Marlon NR Ririmasse, Balai Arkeologi Maluku

Peneliti di Balai Arkeologi Maluku
How to Cite
Surbakti, K., & Ririmasse, M. N. (2016). Karakteristik dan Habitasi Moluska di Situs Hatusua Seram Bagian Barat Maluku Indonesia. Kapata Arkeologi, 12(1), 91-102. https://doi.org/10.24832/kapata.v12i1.316

References

  1. Bellwood, P. (1997). Prehistory of The Indo-Malaysian Archipelago. 2nd Edition. Honolulu: University of Hawaii Press.
  2. Binford, Lewis R. (1972). An Archaeological Prespective. New York, San Fransisco: London Seminar Press.
  3. Dharma, B. (1988). Siput dan Kerang Indonesia (Indonesian Shells). Jakarta: Sarana Graha.
  4. Dharma, B. (2005). Recent and Fossil Indonesian Shells. Germany: Conchbooks.
  5. Herkovits, Mcville J. (1952). ”Anthropology and Economics”. The Economic Life of Primitive Peoples. New York: Knopf.
  6. Ririmasse, M. (2014). “Laporan Penelitian Arkeologi Situs Hatusua 2014”. Balai Arkeologi Ambon. (Tidak Terbit).
  7. Ririmasse, M. “Arkeologi Kawasan Situs Hatusua di Seram Bagian Barat Maluku Indonesia: Hasil Penelitian Terkini dan Arah Pengembangan”. Article In press.
  8. Salhuteru, M. (2013). “Laporan Penelitian Survey Arkeologis Alang Asaude”. Balai Arkeologi Ambon. (Tidak Terbit).
  9. Soejono, R.P et al. (1996). “Jaman Prasejarah di Indonesia”. Dalam Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Pustaka.
  10. Suroto, H. (2009). “Fungsi Kulit Kerang Cypraea Moneta Dalam Perdagangan di Pegunungan Tinggi Papua” Dalam Kapata Arkeologi Vol 5 No.9. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.